KEDIRI, Mahakaryanews.my.id – Kebakaran terjadi di lingkungan MTsN 1 Kediri saat waktu Magrib, Jumat (12/6/2026). Api diduga berasal dari area Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan menghanguskan ruang PTSP beserta ruang Kepala Madrasah yang berada di sebelahnya.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh penjaga madrasah yang melihat adanya percikan api dari area kantor PTSP. Mengetahui kejadian itu, penjaga segera menghubungi Kepala MTsN 1 Kediri, Anwar Fauzi, serta para guru untuk datang ke lokasi dan melakukan penanganan awal.
Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana MTsN 1 Kediri, Anwar Mujamil, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran setelah menerima laporan.
“Setelah penjaga mengetahui adanya percikan api, kami langsung menghubungi kepala madrasah dan bapak ibu guru. Saat itu juga kami menghubungi pemadam kebakaran. Kami tiba di madrasah bersamaan dengan tim pemadam kebakaran,” ujarnya.
Sebanyak sembilan unit mobil pemadam kebakaran dari Kota Kediri dan Kabupaten Kediri diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api dan mencegahnya merembet ke bangunan lain di lingkungan madrasah. Setelah beberapa waktu, api berhasil dikendalikan dan petugas melanjutkan proses pendinginan.
Wakil Wali Kota Kediri, Qowimudin, turut meninjau lokasi kebakaran untuk memastikan proses penanganan berjalan dengan baik serta memberikan dukungan kepada pihak madrasah.

“Alhamdulillah api sudah hampir padam dan tinggal proses pendinginan. Namun kondisi kantor PTSP saat ini habis terbakar,” kata Anwar Mujamil.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah dokumen administrasi yang tersimpan di ruang PTSP diduga ikut terdampak. Pihak madrasah masih melakukan pendataan untuk memastikan berkas apa saja yang rusak maupun terbakar.
“Mayoritas berkas administrasi madrasah, surat-menyurat, dan dokumen lainnya berada di ruang tersebut. Kami belum bisa memastikan berkas apa saja yang terbakar karena masih dilakukan pengecekan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 1 Kediri, Anwar Fauzi, memastikan bahwa data penting siswa, termasuk Nomor Induk Siswa (NIS), dalam kondisi aman dan tidak terdampak kebakaran karena tersimpan di lokasi yang berbeda. Ia juga menyampaikan bahwa sejumlah dokumen penting seperti rapor siswa tidak berada di ruang yang terbakar sehingga diharapkan tetap selamat.
Terkait penyebab kebakaran, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, baik dari instalasi listrik maupun peralatan elektronik di dalam ruangan. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat ruang yang terbakar merupakan pusat layanan administrasi madrasah dan menyimpan berbagai dokumen penting.
Pihak MTsN 1 Kediri berharap proses pemulihan dapat segera dilakukan agar pelayanan administrasi dan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal serta memohon doa dari masyarakat agar seluruh civitas madrasah diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.