Mahakaryanews.my.id , TULUNGAGUNG — Di tengah riuhnya dinamika politik pasca operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi, satu nama perlahan mencuat ke permukaan dan menjadi perbincangan hangat publik: Rifqi Firmansyah.
Sosok pengusaha muda yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Tulungagung masa bakti 2025–2030 itu mendadak ramai diperbincangkan setelah beredarnya foto yang mengaitkan dirinya dengan bursa calon Wakil Bupati Tulungagung.
Di ruang digital, perbincangan pun menggelora. Beragam respons bermunculan—mulai dari dukungan hingga kritik tajam yang mempertanyakan rekam jejak dan posisi strategis yang kini diembannya.
Sorotan kian menguat seiring munculnya isu kedekatan Rifqi dengan Gatut Sunu Wibowo, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus OTT KPK. Kedekatan tersebut disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang turut mengantarkan Rifqi ke panggung organisasi bisnis daerah.
Tak berhenti di situ, nama Rifqi juga terseret dalam polemik pemanfaatan aset milik Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Tulungagung. Bangunan eks Cafe Gorga di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungagung, disebut digunakan sebagai kantor KADIN.
Berdasarkan keterangan sumber internal yang enggan disebutkan identitasnya, aset tersebut disewakan dengan nilai kontrak mencapai Rp60 juta per tahun. Namun, hingga lebih dari tujuh bulan berjalan, pembayaran disebut belum terealisasi sepenuhnya.
“Baru sekitar Rp10 juta yang dibayarkan, sementara aktivitas kantor sudah berlangsung cukup lama,” ungkap sumber tersebut.
Upaya komunikasi dari pihak PDAU, baik melalui telepon maupun pesan singkat, dikabarkan belum mendapat respons. Dalam waktu dekat, langkah penagihan resmi kembali akan dilakukan.
Situasi ini memunculkan tanda tanya di tengah publik—terkait transparansi, komitmen, hingga potensi hambatan dalam proses penagihan yang disebut-sebut tak lepas dari relasi kedekatan dengan lingkar kekuasaan sebelumnya.
Di tengah pusaran isu dan spekulasi, satu hal yang pasti: nama Rifqi Firmansyah kini bukan sekadar figur organisasi, melainkan telah menjadi bagian dari narasi besar dinamika politik dan kepercayaan publik di Tulungagung. (sgt/tlg)