Mahakaryanews.my.id, KEDIRI — Ajang Mojokuto Championship Piala Bupati Kediri 2026 sukses digelar pada Sabtu (18/4) dengan diikuti sebanyak 496 atlet muda dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun masyarakat.
Peserta tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga datang dari sejumlah wilayah lain seperti Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Bali, Yogyakarta, hingga Madura. Kehadiran atlet lintas daerah tersebut menunjukkan bahwa Mojokuto Championship semakin dikenal secara nasional.
Mengusung tema “Infinity Race”, kejuaraan ini hadir dengan konsep visual modern bernuansa karakter superhero yang menarik minat peserta dan pengunjung. Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, kegiatan ini juga menjadi hiburan bagi masyarakat.
Pembukaan kejuaraan dilakukan oleh Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Kediri, Sumarlan. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengapresiasi tingginya partisipasi peserta, khususnya atlet usia dini dari berbagai daerah.
Kejuaraan ini diikuti atlet dengan rentang usia yang sangat muda, bahkan peserta termuda tercatat berusia 18 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga sepeda, khususnya pushbike, semakin diminati dan memiliki potensi besar dalam pembinaan atlet masa depan.
“Melalui event ini diharapkan atlet-atlet belia dapat tumbuh dan berkembang menjadi atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Sumarlan.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) terus berkomitmen meningkatkan prestasi olahraga daerah, salah satunya melalui pembinaan cabang olahraga sepeda sejak usia dini.
“Ke depan, kami menargetkan peningkatan prestasi olahraga, termasuk cabang sepeda, agar mampu bersaing di tingkat Jawa Timur. Event seperti ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan tersebut,” imbuhnya.
Selain berdampak pada pembinaan olahraga, kegiatan ini juga memberikan efek positif terhadap perekonomian daerah. Sektor pariwisata dan pelaku UMKM di sekitar lokasi turut merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan selama acara berlangsung.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah, menyatakan pihaknya akan terus memberikan dukungan dan fasilitasi bagi atlet usia dini, khususnya di cabang pushbike. Menurutnya, pembinaan sejak dini menjadi kunci dalam mencetak bibit atlet berpotensi.
“Pushbike menjadi sarana pembinaan yang kreatif dan menyenangkan. Kami berkolaborasi dengan komunitas untuk membangun ekosistem pembinaan atlet sejak usia dini,” ujarnya.
Dalam rangka persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, KONI Kabupaten Kediri juga akan melaksanakan pemusatan latihan kabupaten (puslatkab) mulai Juli mendatang. Koordinasi dengan seluruh cabang olahraga terus dilakukan guna mempersiapkan atlet-atlet potensial yang ditargetkan mampu meraih prestasi.